Happy Cute Box Bear

Selasa, 10 Januari 2017

LAPORAN PRATIKUM PERCOBAAN LARUTAN ELEKTROLIT




Kelompok 1
Andre Wiryadarma
Reka Delvi Sari
Rio Allensius
Alat     : Baterai, lampu, gelas, kabel, dan batang karbon
Bahan : Air jeruk, garam, baking soda, cuka, gula dan soda

Tabel Hasil Percobaan

NO
SAMPEL
LAMPU
GELEMBUNG GAS
Menyala
(redup/terang)
Tidak menyala
Ada
(banyak /sedikit)
Tidak ada
1
 Air Garam
Terang

Banyak

2
Air Jeruk

̇√

3
Air Gula

Sedikit

4
Air Cuka

Banyak

5
Air Sprite

Banyak

6
Baking Soda
Terang

Banyak


Klasifikasi Sampel

Larutan Elektrolit Kuat                    : Air Garam dan Baking Soda
Larutan Elektrolit Lemah                : Air Cuka, Gula, dan Sprite
Larutan Elektrolit Non elektrolit   : Air Jeruk

NO
SAMPEL
RUMUS KIMIA
SENYAWA
REAKSI IONISASI
1
 Air Garam
NaCl
Ion
Na^+ + Cl
2
Air Jeruk
C6H8O7
Kovalen Polar
C6H5O³¯7 + 3H^+
3
Air Gula
C12H22016
Kovalen Non Polar
Tidak Terurai
4
Air Cuka
CH3COOH
Kovalen Polar
CH3COO^- + H^+
5
Air Sprite
H2C03
Kovalen Polar
2H^+ + CO3²¯
6
Baking Soda
NaHCO3
Ion
Na^+ + HCO3

Jelaskan mengapa ada larutan yang bersifat elektrolit kuat dan lemah?
Ø  Daya hantar larutan elektrolit ditentukan oleh banyak sedikitnya ion yang terjadi oleh proses ionisasi. Semakin banyak ion yang terdapat didalam larutan, semakin kuat daya hantar listriknya
Saat hujan atau berada di dekat genangan air, kita harus menhindari dekat kabel listrik yang sudah terkupas. Mengapa ?
Ø  Karena listrik dari kabel yang terkupas dapat terhantar melalu genangan air tersebut dan dapat menyetrum kita, jika berada di dekat situ. Seperti halnya percobaan yang kami lakukan. Karena kabel menghantarkan listrik ke lampu. Agar lampu dapat menyala
Kesimpulan dari percobaan
·         Yang elektrolit kuat lampu menyala terang dan gelembung gas banyak
·         Yang elektrolit lemah lampu menyala redup dan gelembung gas sedikit
·         Yang non elektrolit lampu tidak meyala dan tidak ada gelembung gas
P.s Saat memasukkan batang karbon ke dalam sampel. Pastikan batang karbon nya tidak saling tersentuh
Dokumentasi

  





SUPERATOM: MENGUBAH ATOM NON-MAGNET MENJADI ATOM MAGNET




Kebanyakan atom atau unsur memiliki kecenderungan untuk membentuk molekul senyawa dengan karakteristik yang berbeda dengan unsur penyusunnya maupun unsur lain yang ada di tabel periodik. Namun beberapa unsur ditemui dapat membentuk kelompok atom yang menyerupai unsur lain di tabel periodik dengan karakter magnetik yang tidak biasa.
Suatu tim dari Virginia Commonwealth University telah menemukan suatu jenis baru superatom. Superatom ini terdiri dari atom magnesium yang termagnetisasi, meskipun magnesium alami tidak memiliki aktivitas magnetisme. Tim ini melaporkan bahwa superatom ini terbentuk dari logam pusat besi (Fe) dan 8 atom magnesium (Mg) membentuk struktur yang stabil menyerupai ikosahedral. Klaster ini membentuk semacam magnet kecil dengan sumber magnet berasal dari logam besi dan magnesium yang termagnetisasi. Kombinasi ini sesuai dengan kekuatan magnet dari satu atom Fe dengan distrbusi elektron spin tertentu yang merata di seluruh bagian klaster. Hasil riset mereka telah dipublikasikan pada Proceedings of the National Academy of Sciences.
Riset yang didukung oleh U.S Department of Energy ini membuka peluang ditemukannya metode yang lebih efisien untuk mengubah atom yang tidak bersifat magnet menjadi magnet melalui pengaturan atom magnet tunggal. Meskipun terdapat lebih dari seratus unsur pada tabel periodik, hanya terdapat 9 unsur yang memiliiki karakter magnet pada keadaan padat. Kombinasi antara karakter magnet dan konduktivitas dari superatom ini juga menjadi keuntungan.Magnesium merupakan konduktror listrik yang baik sehingga superatom ini menggabungkan karakter magnet dan konduktivitas listrik pada kulit terluar.
Kestabilan superatom ini dipengaruhi oleh struktur elektronik dari masing-masing penyusunnya. Kelompok superatom dengan delapan atom magnesium menambah kestabilan karena orbital valensi elektron yang terisi penuh. Orbital valensi yang penuh ini lebih sulit dipisahkan dibandingkan dengan orbital yang kosong atau setengah terisi sehingga menjadi lebih stabil. Orbital valensi yang penuh ini ditemui pada golongan gas mulia.
Kombinasi antara karakter kemagnetan dan konduktivitas listrik dari superatom ini dapat digunakan untuk aplikasi perangkat “elektronik molekular”. Teknologi semacam ini dapat menciptakan perkembangan di dunia komputer kuantum dengan prosesor yang lebih cepat, penyimpanan data yang lebih besar, dan sistem pengolahan data yang lebih terintegrasi